Investigasi BCC Mengenai Senjata Kimia Suriah

Investigasi BCC Mengenai Senjata Kimia Suriah

Investigasi BCC Mengenai Senjata Kimia Suriah – Perang saudara yang terjadi di Suriah telah berlangsung selama 7 tahun dan menyebabkan 350 orang lebih harus menghempaskan napas terakhirnya. Presiden Bashar Al-Assad diprediksi akan memenangkan peperangan yang berusaha untuk menggulirkannya. Untuk memenangkan perang saudara yang brutal ini, Bashar Al-Assad memiliki caranya sendiri. Dari investigasi yang dilakukan oleh BBC, ada campur tangan senjata kimia di dalam perang Suriah. BBC menyebutkan di dalam investigasinya bahwa ada 106 kejadian dimana senjata kimia digunakan di dalam peperangan. Peristiwa itu terjadi saat sang presiden telah melakukan penandatanganan CWC atau konvensi senjata kimia dan sepakat untuk melakukan pemberantasan terhadap senjata kimia di Suriah. Suriah meratifikasi perjanjian yang dibuatkan setelah serangan dengan menggunakan senjata kimia di daerah Damaskus. Aksi tersebut menewaskan ratusan penduduk Suriah yang berada di sekitarnya.

Foto-foto mengerikan dari korban senjata kimia nampak sangat mengerikan. Negara barat mengatakan bahwa serangan senjata kimia hanya dapat dilakukan oleh pemerintah sedangkan sang presiden mengungkapkan bahwa serangan senjata kimia dilakukan oleh pihak oposisi. Amerika memberikan kecaman untuk melakukan tindakan balasan militer namun pada akhirnya harus mundur ketika Rusia memaksa Suriah untuk menghancurkan senjata kimia yang digunakan oleh Suriah ketika perang saudara terjadi. Meskipun PBB dan CWC telah menyatakan dan melakukan penghancuran atas senjata kimia sebanyak 1.300 ton, pemerintah Suriah ternyata masih dapat menggunakan senjata kimia tersebut ketika perang saudara terjadi. Akibat serangan yang dilakukan dengan menggunakan senjata kimia, serangan yang dilakukan oleh Suriah nampak sangat menakutkan. Korban yang mengalami serangan dari senjata kimia akan merasakan kesulitan bernapas. Korban akan meninggal secara perlahan akibat kekurangan asupan oksigen. Meskipun telah banyak bukti yang menyatakan bahwa Suriah menggunakan senjata kimia, Bashar Al-Assad terus menyatakan penyangkalannya. Ia mengatakan bahwa Suriah tidak memiliki senjata kimia sejak tahun 2013 lalu karena telah dihancurkan.

BBC Arabic bekerja sama dengan agen bola telah melakukan pemeriksaan 164 laporan mengenai serangan kimia setelah Suriah melakukan penandatanganan CWC pada 5 tahun yang lalu. Tim BCC mengaku memiliki bukti yang kuat akan penggunaan senjata kimia yang dilakukan oleh Suriah selama perang saudara terjadi. Meskipun hanya segelintir berita yang dijadikan berita utama, data yang menjelaskan akan penggunaan senjata kimia muncul berulang kali. PBB menganggap bahwa menggunakan senjata kimia pada perang merupakan tindakan yang keji. Tidak hanya dampaknya yang buruk, penggunaan senjata kimia telah dilarang sejak 100 tahun yang lalu. Kejadian Suriah yang menggunakan senjata kimia tidak hanya diteliti dari satu sumber saja. Ada banyak sumber kejadian yang melahirkan banyak bukti akan penggunaan senjata kimia oleh Suriah. Sayangnya, tim BCC tidak dapat memverifikasi bukti lantaran pelarangan akses untuk melakukan penyelidikan.

Sindrom Kelelahan yang Dapat Diperdebatkan, Fisik atau Psikologis?
Artikel Blog Informasi Investigasi Jurnal

Sindrom Kelelahan yang Dapat Diperdebatkan, Fisik atau Psikologis?

Sindrom Kelelahan yang Dapat Diperdebatkan, Fisik atau Psikologis? – Kelelahan terkait dengan gangguan fisik saat pasien mengalami kelelahan yang ekstrem. Cara yang paling umum untuk menangani kondisi ini adalah dengan mencari jawaban medis. Sindroma dapat diperburuk dengan aktivitas fisik atau bahkan mental sehingga gangguan ini masih diperdebatkan apakah sindrom fisik atau psikologis.

• Memiliki Kemungkinan sebagai Sindrom Psikologis
Ada uji klinis yang diterbitkan oleh Michael Sharpe dari Universitas Oxford, dan dikatakan bahwa pasiennya dari sindrom kelelahan kronis dapat sedikit pulih jika mereka berbicara dengan orang yang tepat dan melakukan terapi olahraga. Sehingga dapat disimpulkan bahwa sindrom kelelahan kronis mungkin berhubungan dengan faktor psikologis. Ini bukan pertama kalinya konsep ini diperkenalkan. Faktanya adalah banyak orang bermain judi bola online di Sbobet agar tidak mengalami setres atau untuk melupakan kelelahan yang dialami dengan bermain game.

Entah bagaimana, ia mendapat reaksi dari beberapa pasien kelelahan kronis yang bukan pasiennya. Mereka mengatakan bahwa karya Sharpe mungkin menunjukkan bahwa sindrom kelelahan bersifat psikologis karena Sharpe sendiri adalah seorang profesor kedokteran psikologis. Namun, Sharpe memberikan jawaban bahwa ia tetap percaya bahwa sindrom kelelahan lebih merupakan penyakit fisik yang mungkin disebabkan oleh faktor psikologis atau sosial, yang menjelaskan mengapa orang menganggap judi online seperti di https: /example.com melegakan.

• Peneliti Pernah Mengalami Ancaman Serupa
Sebenarnya apa yang dialami Profesor Sharpe juga dialami oleh para peneliti, profesor, dan doktor di bidang ini. Begitu banyak penderita sindrom kelelahan kronis yang menentang kemungkinan sindrom tersebut dapat disebabkan oleh faktor psikologis. Sebagian besar pasien ingin dirawat dengan cara medis, bukan psikologis. Mereka terlihat yakin bahwa kondisi mereka bisa disembuhkan dengan obat-obatan tidak perlu berbicara dengan psikiater, seperti halnya pasien gangguan jiwa.

Pengertian dan penelitian ini masih bisa diperdebatkan karena sindrom itu sendiri adalah yang kompleks dan tidak dapat disimpulkan dengan mudah faktor apa yang menyebabkannya. Meski begitu, prospek harus diambil oleh pasien dan dokter harus belajar lebih banyak, sehingga proses penyembuhan akan lebih mudah dan lebih cepat.

Masalah yang Dihadapi Para Pencari Suaka di Kalideres
Arsip Artikel Blog Informasi Investigasi

Masalah yang Dihadapi Para Pencari Suaka di Kalideres

Masalah yang Dihadapi Para Pencari Suaka di Kalideres – Rudenim atau Rumah Detensi Imigrasi di Kalideres, Jakarta Barat menjadi salah satu tempat yang sekarang ini mendapatkan perhatian dari pemerintah dan masyarakat sekitar. Hal tersebut dapat terjadi lantaran lokasi yang dijadikan tempat tinggal para imigran memiliki pemandangan yang cukup memprihatinkan. Bagaimana tidak? Pada saat kita berkunjung ke Rudenim Kalideres, imigran yang tinggal di tempat tersebut hidup layaknya seorang gelandangan. Para imigran tidur dengan menempati pinggiran trotoar meskipun pemerintah setempat telah menyediakan tempat tinggal berupa Rudenim. Pemadangan para imigran yang tidur di trotoar bahkan mendapatkan keluhan dari para warga yang tinggal di lokasi kejadian. Keluhan warga semakin menjadi ketika para imigran menggantungkan hidupnya dengan meminta belas kasih dari para relawan yang melewari trotoar dimana mereka tidur.

Aksi para imigran yang datang ke Indonesia tersebut dapat terjadi lantaran para pencari suaka tidak diperbolehkan untuk bekerja di Indonesia. Tidak hanya itu, pencari suaka juga tidak mendapatkan jaminan kesehatan, akses kesehatan dan pendidikan. Tanpa izin bekerja di Indonesia dan bantuan dari situs pemerintah, pencari suaka tentunya akan mendapatkan kesulitan untuk membiayai hidupnya. Seorang petugas keamanan bernama Tedjo Purwono mengatakan, pencari suaka yang tinggal di Kalideres hidup tanpa adanya harapan. Meskipun ada banyak kesulitan yang dihadapi oleh para pencari suaka di Kalideres, banyak warga yang memberikan bantuannya berupa ruang yang tidak terpakai lagi di sekitar pertokoan yang warga tinggali. Di depan rumah detensi imigrasi, ada gedung yang dimanfaatkan untuk menampung sebagian para imigran. Gedung dengan tiga lantai tersebut disekat dengan menggunakan kain yang tipis dan dilengkapi dengan triplek sisa. Gedung tersebut digunakan sebagai lokasi penampungan sementara bagi para pencari suaka yang datang ke Indonesia.

Lantai satu gedung nampak sempit dan ditinggali oleh 30 orang pencari suaka. Di lantai ini, pengunjung dapat mencium bau pesing. Karena inilah, banyak warga yang mengajukan keluhan atas para pencari suaka yang bermukim di Kalideres. Tidak hanya menimbulkan bau yang kurang sedap, pencari suaka yang dahulunya mampu menarik belas kasihan kini justru melakukan tindakan yang kurang baik bagi warga sekitar. Para pencari suaka tak segan untuk meminta barang-barang dagangan yang dimiliki oleh warga asli Kalideres. Warga asal Somalia bahkan berani berhutang namun tidak pernah membayarkan hutang yang mereka miliki kepada warga. Para pencari suaka yang datang ke Indonesia memiliki harapan untuk dapat hidup dengan lebih baik. Indonesia sendiri merupakan lokasi transit sementara para pencari suaka sebelum ditempatkan pada negara-negara baru dimana para pencari suaka dapat menetap. Untuk bertahan selama tinggal di Indonesia, pencari suaka ini memenuhi trotoar di pagi dan siang hari untuk mendapatkan bantuan dari warga sekitar.

Perempuan Asal Myanmar yang Diperdagangan dan Dipaksa Menikah
Arsip Artikel Blog Informasi Investigasi

Perempuan Asal Myanmar yang Diperdagangan dan Dipaksa Menikah

Perempuan Asal Myanmar yang Diperdagangan dan Dipaksa Menikah – Gabungan kelompok pemerhati hak asasi manusia membuah hasil penyelidikan yang mencengangkan seputar wanita dan anak perempuan asal Myanmar. Dari penyelidikan tersebut, kasus mengenai wanita dan anak perempuan asal Myanmar telah diperdagangkan dan dipaksa untuk menikah di China. Hasil pemaparan akan penyelidikan yang dilakukan oleh kelompok pemerhati hak asasi manusia dilengkapi dengan kabar mengenai jumlah penduduk pria China yang lebih besar dibandingkan dengan wanita. Hal tersebut dapat terjadi akibat kebijakan pemerintah China yang menganjurkan untuk memiliki satu orang anak saja. Guna mengatasi permasalahan jumlah wanita yang tidak setara dengan jumlah pria, puluhan ribu wanita asal Myanmar didatangkan ke China sebagai pengantin. Sebagian wanita Myanmar datang secara suka rela ke China dan ada pula yang merupakan korban penipuan pihak tertentu yang nantinya akan diperdagangkan di China.

Laporan akan banyaknya wanita Myanmar yang diperdagangkan dan dipaksa untuk menikah tentunya tidak serta merta timbul begitu saja. Johns Hopkins memperkiraan ada sekitar 7.500 wanita yang menjadi korban pernikahan paksa. Dari korban wanita yang dapat melarikan diri, ada beberapa fakta yang dapat diperoleh dari ungkapan wanita asal Myanmar. Mereka mengatakan bahwa mereka diperdagangkan guna memberikan anak bagi warga China. Akibat ketidakseimbangan populasi wanita di China, permintaan wanita asal Myanmar terus mengalami peningkatan. Warga China berkeinginan untuk mendapatkan keturunan dengan mendapatkan calon istrinya terlebih dahulu. Pernikahan paksa yang dialami oleh wanita asal Myanmar bahkan terlihat sangat ironis. Bagaimana tidak? Pernikahan paksa yang dijalankan oleh wanita Myanmar ternyata telah diatur oleh keluarga korban itu sendiri. Tetua desa setempat bahkan memberikan bantuan terhadap pernikahan yang dialami oleh wanita Myanmar. Tak mengherankan jika wanita asal Myanmar tersebut tidak dapat memberikan penolakan akan pernikahan paksa yang mereka alami. Jika diperhatikan dengan seksama, wanita Myanmar berada pada tekanan hirarki sosial.

Wanita muda asal Myanmar yang dipinang oleh warga asal China biasanya akan “dijual” dengan harga US$ 10.000 atau setara dengan Rp. 145 juta. Ada pula warga China yang merogoh koceknya hingga Rp. 218 juta untuk mendapatkan pengantinnya. Dengan banyaknya konflik yang terjadi di Myanmar, ada banyak pula wanita yang akan mengalami dampaknya. Ada banyak wanita yang ditelantarkan dan banyak mendapatkan perlakuan yang tidak semestinya. Tidak hanya menjadi korban pernikahan paksa, wanita asal Myanmar bahkan dapat dijadikan korban perdagangan ilegal yang dapat berdampak pada kehidupan wanita Myanmar di masa depan. Ada banyak peneliti yang memberikan seruannya kepada pemerintah Myanmar untuk memberhentikan konflik yang terjadi di Myanmar. Dengan begitu, tidak ada lagi wanita Myanmar yang akan menjadi korban perdagangan dan korban pernikahan paksa nantinya.

Kemiskian yang Menimpa Warga India
Arsip Artikel Blog Informasi Investigasi

Kemiskian yang Menimpa Warga India

Kemiskian yang Menimpa Warga India – Masalah sosial seperti kemiskian dapat terjadi di setiap negara, salah satunya India. India merupakan negara yang padat penduduk dimana kesejahteraan warganya tidak merata dengan baik. Akibat kemiskian yang dialami oleh warga India, ada banyak warga yang mengalami kematian. Menurut pemberitaan yang dikeluarkan oleh Medical Express, Hichara yang merupakan negara bagian di India tidak memiliki toilet, gas untuk memasak dan air yang mengalir. Anak-anak yang tinggal di Hichara setengah telanjang dan merasakan kepanasan hingga suhu 45 derajat celcius. Kipas atau pendingin tidak terlihat di kawasan Hichara. Seorang warga yang tinggal di kawasan Hichara mengatakan bahwa ia harus berkunjung ke desa terdekat untuk mendapatkan sumber air bersih. Ia tidak memiliki sumber air bersih yang dapat digunakan sebagai minum dan kebutuhan rumah tangga lainnya. Dengan kondisi yang ia alami, wanita warga Hichara merasa telah ditinggalkan oleh pemerintah.

Hichara merupakan wilayah miskin yang dipenuhi dengan tumbuhan leci liar. Buah yang terkenal manis rasanya tersebut mampu menggoda anak-anak yang sedang bermain di sekitarnya. Meskipun begitu, leci liar yang tumbuh di kawasan Hichara ternyata mengandung racun. Pada saat leci liar dikonsumsi oleh anak-anak yang malnutrisi, kandungan glukosa di dalam tubuh akan menurun dan mampu mempengaruhi kesehatan otak. Masalah tersebut masih dapat diatasi jika warga Hichara mendapatkan akses kesehatan yang diharapkan. Sayangnya, akses kesehatan di India terbilang masih cukup buruk dan tidak dapat menjamin kesehatan para warganya. Global Hunger Indek 2018 menjelaskan bahwa India hanya mengeluarkan dana yang rendah pada sektor kesehatan. Dari jumlah yang dikeluarkan, India menjadi negara terendah yang mengeluarkan penghasilannya pada sektor kesehatan. Untuk mendapatkan layanan ambulance, warga Hichara bahkan harus mengeluarkan dana yang cukup tinggi, yakni 500 rupee hingga 1.00o rupee.

Tingkat kemiskinan di India berdampak pula pada sektor kesehatan yang tidak memadai. Sri Khrisna Medical College and Hospital merupakan tempat dimana banyak warga India yang mengalami kematian. Tidak hanya itu, di rumah sakit tersebut bahkan kerap kali mengalami mati listrik sehingga mengganggu jalannya kegiatan medis. Bagi pasien yang datang ke rumah sakit, mereka harus berbagi tempat tidur dengan pasien yang lainnya atau harus tidur di lantai rumah sakit. Ruangan sama sekali tidak dilengkapi dengan pendingin dan banyak seprai yang bernodakan akan urin dan darah. Kemiskian di India juga menyebabkan banyaknya penduduk yang buta huruf karena tidak mengenyam pendidikan dengan baik. Banyak warga India yang tidak mengenal tulisan sehingga mereka merasa kesulitan untuk mendapatkan informasi yang dihadirkan dalam bentuk tulisan. Kemiskinan di India juga menjadi alasan mengapa muncul banyak penjudi di India, mereka berlomba-lomba ingin menghasilkan uang dengan cara cepat dengan bermain di agen bola terpercaya agar tidak hidup miskin lagi dan alasan lainnya agar tidak banyak anak menjadi korban kematian.

Budaya Pemerkosaan yang Marak di India
Artikel Blog Informasi Investigasi Jurnal

Budaya Pemerkosaan yang Marak di India

Budaya Pemerkosaan yang Marak di India – Tragedi dua orang anak perempuan yang digantung oleh oknum yang tidak bertanggung jawab terjadi di India. Kedua anak perempuan tersebut merupakan korban pemerkosaan yang dipengaruhi oleh ras atau kasta. Di India, perbedaan kasta menjadi faktor penting yang menyebabkan kekerasan seksual pada wanita. Golongan kasta yang paling rendah dianggap sebelah mata oleh masyarakat India karena dianggap dapat mengotori kesucian bagi orang lain. Ada sekitar 200 juta jiwa yang memberikan perlawanan akan perbedaan kasta di India. Warga India yang menantang perbedaan kasta dikenal dengan nama kasta Dalit. Kasta Dalit sendiri masih mendapatkan diskriminasi oleh kasta atau warga lainnya. Diskriminasi tersebut tidak hanya mereka peroleh di daerah tempat tinggal melainkan juga di sekolah, tempat beribadah dan lokasi dimana kasta Dalit mencari pekerjaan. Upaya kasta Dalit dalam mendapatkan hak yang sama untuk mendapatkan pendidikan dan pekerjaan menimbulkan dampak yang cukup mengkhawatirkan. Ada sekitar 67% wanita kasta Dalit yang mengalami kekerasan secara seksual.

Beberapa bulan yang lalu, dikabarkan ada 4 orang wanita asal kasta Dalit yang mengalami pemerkosaan. Dua dari empat orang korban pemerkosaan tersebut harus menghempaskan napas terakhirnya. Setiap harinya, ada beberapa warga kasta Dalit yang meninggal karena dibakar oleh kasta lainnya. Dengan tingginya tindak kejahatan yang dialami oleh kasta Dalit, mereka tidak mampu memberikan penentangan terhadap sistem kasta yang terjadi di India. Sistem kasta di India banyak dijadikan alasan bagi para pelaku kekerasan seksual agar dapat terhindar dari hukuman. Dari investigasi yang dilakukan oleh PBB, kekerasan seksual di India dapat terjadi pula akibat budaya patriarki. Budaya patriarki bahkan didukung keras oleg semua lembaga penegak hukum di India. Dampak dari budaya patriarki sendiri adalah status wanita lebih rendah jika dibandingkan dengan lelaki dan membuatnya sulit mendapatkan keadilan. Kasus pemerkosaan dan pembunuhan yang dialami oleh kasta Dalit merupakan tamparan keras bagi pemerintah India. Pemerintah dianggap tak mampu memberikan perlindungan bagi warga negaranya sendiri.

Untuk mendapatkan perawatan yang sama dengan kasta lainnya, ada banyak perempuan asal kasta Dalit yang melakukan pergerakan di kawasan Asia Tengah. Para perempuan Dalit yang berasal dari latar belakang berbeda ini membuat berbagai gerakan yang tujuannya untuk mengakhiri jumlah pemerkosaan akibat perbedaan kasta. Dengan gerakan tersebut, perempuan Dalit tidak hanya berupaya untuk mendapatkan kebebasannya agar dapat hidup setara dengan kasta lainnya melainkan juga untuk memperjuangkan hak asasi bagi para korban pemerkosaan yang terjadi di India. Warga India diharapkan tidak lagi menjadikan perbedaan kasta untuk menindas orang yang lemah dan dapat menghormati satu sama lain tanpa harus memandang kasta apa yang mereka miliki.

Do NOT follow this link or you will be banned from the site!